Nelayan Percut Temui Pertamina, Rakhmadsyah Ajukan Permintaan Pasokan Solar

Di tengah kesulitan yang dihadapi para nelayan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, sebuah langkah proaktif diambil oleh H. Rakhmadsyah SH, anggota Komisi I DPRD Deli Serdang. Pada Selasa, 2 Juni 2026, ia mendampingi nelayan-nelayan dari Desa Cinta Rakyat untuk menemui pihak Pertamina Sumut di Medan. Kunjungan ini bertujuan untuk mengatasi masalah serius yang mengganggu keberlangsungan mata pencaharian mereka, yaitu kelangkaan pasokan solar.
Permintaan Pasokan Solar untuk Nelayan Percut
Kedatangan para nelayan ke kantor Pertamina Sumut bukan tanpa alasan. Mereka sangat membutuhkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk mengoperasikan perahu-perahu mereka dalam mencari ikan di perairan Selat Malaka. Tanpa pasokan yang memadai, aktivitas melaut mereka terhambat, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka.
Kesulitan yang Dihadapi Para Nelayan
Rakhmadsyah menjelaskan bahwa situasi saat ini sangat mendesak. Selama tiga minggu terakhir, nelayan-nelayan di Percut mengalami kesulitan untuk mendapatkan solar. Hal ini telah membuat banyak dari mereka tidak dapat melaut, menyebabkan ketidakpastian ekonomi bagi keluarga mereka. “BBM solar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat nelayan Percut belum juga tiba. Oleh karena itu, kami mengambil inisiatif untuk mendatangi Pertamina Sumut dengan harapan suara kami dapat didengar,” ungkapnya dengan tegas.
Upaya untuk Memperoleh Pasokan Solar
Dalam pertemuan tersebut, Rakhmadsyah mengemukakan harapan agar Pertamina segera memenuhi permintaan pasokan solar. Ia mencatat bahwa ketidakhadiran pasokan ini sudah berlangsung terlalu lama, dan dampaknya dirasakan secara langsung oleh masyarakat nelayan. “Kami berharap agar aspirasi ini dapat diterima dengan baik tanpa ada sikap arogan dari pihak manapun,” tambahnya.
Solusi Sementara untuk Ketersediaan Solar
Dalam diskusi itu, pihak Pertamina menawarkan solusi sementara. Nelayan diizinkan untuk membeli solar dari SPBN yang terletak di Kecamatan Pantailabu dengan menggunakan barcode yang disediakan. Selain itu, Rakhmadsyah berencana untuk berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Deli Serdang untuk mencari SPBU terdekat yang dapat memenuhi kebutuhan solar para nelayan hingga masalah yang dihadapi di SPBU Cinta Rakyat diselesaikan.
- SPBN di Pantailabu akan melayani penjualan solar dengan barcode.
- Rakhmadsyah dan Kadis Perikanan akan mencari SPBU terdekat.
- Pemulihan pasokan di SPBU Cinta Rakyat diperkirakan setelah 30 hari.
- Pihak nelayan akan diajak berkoordinasi untuk mencegah penyalahgunaan solar.
- Kepolisian diminta untuk tidak menindak nelayan selama periode kelangkaan.
Dampak Kelangkaan Solar bagi Nelayan
Kelangkaan BBM solar telah memicu keresahan di kalangan nelayan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Dalam beberapa hari terakhir, mereka merasakan dampak yang sangat signifikan, yang terlihat dari aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat. Banyak nelayan yang menggeruduk SPBU 142031132 di Desa Cinta Rakyat pada 25 Mei 2026, sebagai bentuk protes atas situasi yang tidak kunjung membaik.
Harapan untuk Ketersediaan BBM yang Stabil
Warga nelayan berharap agar Pertamina Patra Niaga Sumut segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan solar di SPBU Desa Cinta Rakyat. Mereka menekankan pentingnya pasokan yang stabil agar dapat melanjutkan aktivitas melaut yang menjadi sumber penghidupan mereka. Dengan harapan yang tinggi, mereka mendatangi kantor Pertamina Sumut untuk memperjuangkan hak mereka.
Kesimpulan dari Pertemuan
Hasil dari pertemuan antara nelayan dan Pertamina menunjukkan adanya komitmen untuk menemukan solusi. Meskipun tantangan masih ada, langkah-langkah yang diambil saat ini diharapkan dapat memperbaiki situasi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh masyarakat nelayan. Rakhmadsyah menegaskan pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk memastikan bahwa kebutuhan para nelayan dapat terpenuhi dengan baik.
