Warga Medan Denai Suarakan Keluhan Pelayanan UHC, Agus Setiawan Tegaskan Prosedur Berobat Gratis Harus Dipatuhi

Pada suatu acara sosialisasi mengenai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan, keluhan-keluhan terkait pelayanan kesehatan UHC mencuat dari masyarakat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Anggota DPRD Medan, Agus Setiawan, di Jalan Sempurna Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai pada hari Minggu, 14 Juni 2026. Masalah yang dilaporkan oleh warga mencakup beragam kendala saat menggunakan program Universal Health Coverage (UHC), mulai dari masalah administrasi hingga penolakan untuk mendapatkan pelayanan, terutama karena keterbatasan ruang perawatan yang ada.
Keluhan Warga Mengenai Pelayanan UHC
Banyak warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut mengungkapkan ketidakpuasan mereka terkait proses pelayanan kesehatan. Salah satu warga, Agus Simangunsong, menyampaikan bahwa sering kali ketika mereka datang untuk berobat, perhatian petugas lebih terfokus pada masalah administrasi daripada memberikan perawatan medis yang segera.
“Saat berobat, yang seharusnya menjadi prioritas adalah penanganan medis awal, bukan justru menanyakan beragam persyaratan administrasi,” ungkap Agus. Hal ini menunjukkan bahwa ada kekurangan dalam implementasi program UHC yang seharusnya memberikan akses layanan kesehatan secara cepat dan efisien.
Kendala dalam Penggunaan KTP untuk Layanan Kesehatan
Agus juga berbagi pengalamannya ketika berobat di luar daerah, mengungkapkan harapannya bahwa e-KTP Kota Medan bisa digunakan untuk mendapatkan layanan kesehatan di tempat lain, seiring dengan adanya program UHC. Namun, ia mengalami kekecewaan ketika mencoba berobat di Jambi. Meskipun ia menunjukkan KTP, layanan kesehatan tidak dapat diakses karena kartu BPJS-nya tertinggal di Medan.
“Saya berpikir bahwa dengan adanya program UHC, e-KTP bisa digunakan di mana saja. Namun, realitanya berbeda,” jelasnya. Hal ini menyoroti pentingnya sosialisasi dan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana program ini seharusnya berfungsi, terutama untuk warga yang bepergian ke luar daerah.
Penjelasan Agus Setiawan tentang Prosedur UHC
Terkait keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, Agus Setiawan memberikan penjelasan yang mendalam mengenai program UHC. Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga Kota Medan dengan menggunakan e-KTP sebagai identitas. Namun, Agus menekankan perlunya mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
“Masyarakat harus memulai pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya. Penjelasan ini menunjukkan bahwa meskipun UHC memberikan akses gratis, ada aturan yang harus dipatuhi agar pelayanan dapat berjalan dengan baik.
Proses Darurat dalam Pelayanan Kesehatan
Agus juga menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, pasien diperbolehkan untuk langsung pergi ke rumah sakit tanpa memerlukan surat rujukan dari Puskesmas. Ini menjadi penting dalam memastikan bahwa pasien yang membutuhkan pertolongan segera dapat menerima layanan yang dibutuhkan tanpa hambatan administratif.
Pemahaman UHC di Seluruh Wilayah Indonesia
Menanggapi pertanyaan mengenai penerapan UHC di daerah lain, Agus menegaskan bahwa tidak semua kabupaten dan kota di Indonesia telah mengimplementasikan program serupa. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang berusaha mengakses layanan kesehatan di luar Kota Medan.
“Saat ini, program UHC masih merupakan inisiatif yang sedang dilaksanakan di Kota Medan. Beberapa daerah lainnya belum sepenuhnya menerapkan program tersebut, sehingga pemanfaatan layanan kesehatan berbasis UHC masih belum merata,” jelasnya. Penjelasan ini diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas tentang batasan dan cakupan program UHC yang ada.
Implikasi bagi Masyarakat
Informasi yang disampaikan Agus Setiawan tersebut sangat penting bagi warga Medan Denai dan sekitarnya. Mereka perlu memahami prosedur yang berlaku agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. Selain itu, kesadaran akan kebijakan ini juga akan membantu dalam mendorong dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan.
- Prosedur berobat melalui Puskesmas sebagai langkah awal
- Ketersediaan ruang perawatan dan penanganan medis
- Penggunaan e-KTP sebagai identitas dalam program UHC
- Situasi darurat yang memungkinkan akses langsung ke rumah sakit
- Perbedaan penerapan UHC di berbagai daerah di Indonesia
Peran Masyarakat dalam Meningkatkan Pelayanan UHC
Adanya keluhan dari masyarakat bisa menjadi pendorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan melalui program UHC. Oleh karena itu, dibutuhkan keterlibatan aktif dari warga untuk menyampaikan pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi. Informasi ini akan sangat berguna bagi pemerintah dalam melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan kesehatan yang ada.
Agus Setiawan mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam melaporkan kendala yang mereka hadapi saat mengakses layanan kesehatan. “Suara masyarakat sangat penting untuk memperbaiki dan menyesuaikan sistem agar lebih baik lagi,” ujarnya. Dengan adanya komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah, diharapkan akan tercipta pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan responsif.
Strategi untuk Mengatasi Kendala dalam Pelayanan UHC
Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan UHC, beberapa strategi perlu dipertimbangkan, antara lain:
- Melakukan sosialisasi yang lebih intensif mengenai prosedur dan manfaat program UHC
- Meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit
- Menjalin kerjasama dengan daerah lain untuk memperluas cakupan layanan
- Memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan mengenai pelayanan yang cepat dan efisien
- Menyiapkan sistem pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pelayanan kesehatan UHC dapat berjalan lebih optimal, sehingga semua warga dapat merasakan manfaatnya. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan ini juga menjadi kunci keberhasilan program kesehatan yang diharapkan oleh pemerintah.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Program UHC merupakan langkah penting dalam memberikan akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Melalui dialog yang terbuka dan penguatan sistem pelayanan, diharapkan semua warga dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas dan tepat waktu.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan masukan serta memahami prosedur yang ada akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Dengan semua pihak bersinergi, pelayanan kesehatan di Kota Medan dan sekitarnya dapat terus ditingkatkan untuk mencapai kualitas yang lebih baik.
