MTQ ke-40 Diharapkan Memperkuat Syiar Al-Qur’an Secara Berkelanjutan di Sumut

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara menjadi titik tolak yang sangat penting dalam memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama dengan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi, Sulaiman Harahap, baru saja melantik pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumut untuk periode 2026-2030. Acara ini berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, yang terletak di Kantor Gubernur Sumut pada tanggal 14 Juni 2026.
MTQ ke-40: Momentum untuk Syiar Al-Qur’an
Gubernur Bobby Nasution menekankan pentingnya MTQ ke-40 sebagai sarana untuk memperkuat syiar Al-Qur’an secara berkelanjutan. Ia berharap bahwa acara ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang digelar sekali setahun, tetapi dapat memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan masyarakat sepanjang tahun. Harapan ini disampaikan setelah pelantikan pengurus LPTQ dan Dewan Hakim MTQ di Aula Raja Inal Siregar.
Menurut Bobby, MTQ tahun ini merupakan yang pertama sejak kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, Surya. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari MTQ adalah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup masyarakat, bukan sekadar ajang seremonial.
Memaknai MTQ dengan Pendekatan Spiritual
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Sumatera Utara, termasuk bencana alam yang terjadi di beberapa daerah, Bobby berpendapat bahwa penanganan masalah tersebut tidak hanya memerlukan pendekatan teknis, tetapi juga perlu diimbangi dengan pendekatan spiritual. Ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Bobby menyatakan bahwa selain melakukan upaya fisik dan ilmiah, masyarakat juga perlu berdoa dan kembali kepada nilai-nilai agama. Ia percaya bahwa syiar Islam harus menjadi pegangan yang kokoh dalam menghadapi berbagai masalah.
MTQ sebagai Sarana Pembinaan Berkelanjutan
Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah pemahaman masyarakat yang cenderung melihat MTQ sebagai kegiatan yang berlangsung dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Bobby mendorong agar semangat dan pesan yang diusung oleh MTQ dapat terus hidup sepanjang tahun. Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai program pembinaan keagamaan yang berkesinambungan.
- Tahapan pembinaan yang berkelanjutan
- Kegiatan pengajian bulanan
- Pelaksanaan tabligh akbar
- Doa bersama di berbagai daerah
- Program-program syiar Islam yang rutin
Gubernur juga berharap agar LPTQ Sumut dapat menjalankan kegiatan syiar Islam secara teratur. Dengan demikian, keberadaan lembaga ini tidak hanya terlihat saat penyelenggaraan MTQ, tetapi juga aktif dalam pembinaan masyarakat.
LPTQ: Peran Penting dalam Syiar Al-Qur’an
Bobby menekankan bahwa LPTQ seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang bekerja setahun sekali. Kegiatan yang dilakukan harus berkesinambungan agar manfaat dari syiar Al-Qur’an dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. “LPTQ harus menjadi lembaga yang proaktif dalam membina masyarakat,” ujarnya.
Melalui MTQ ke-40 ini, Bobby berharap lahirnya qari dan qariah yang terbaik, yang tidak hanya mampu mengharumkan nama Sumatera Utara, tetapi juga memberikan keberkahan bagi daerah ini. Ia percaya bahwa dengan pelaksanaan MTQ yang baik, masyarakat akan semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Harapan untuk MTQ ke-40
Bobby berharap MTQ ke-40 benar-benar menjadi syiar Al-Qur’an yang tidak hanya dilaksanakan secara rutin, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang dirasakan sepanjang tahun oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara. Kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Detail Pelaksanaan MTQ ke-40
MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2026 akan dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 25 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung di kawasan Astaka, Jalan Willem Iskandar/Pancing, Kabupaten Deliserdang. Selain menjadi ajang perlombaan, MTQ ini juga diharapkan dapat menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual antar masyarakat.
Dengan adanya pelantikan pengurus LPTQ yang baru, diharapkan organisasi ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Beberapa nama penting yang dilantik antara lain, Sulaiman Harahap sebagai Ketua Umum, Muhammad Yasir Tanjung sebagai Ketua Harian, Rijal Ahmad Rangkuti sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan Syaifuddin Hazmi Lubis sebagai Ketua Dewan Hakim MTQ ke-40.
Kesimpulan
Melalui MTQ ke-40, diharapkan adanya revitalisasi syiar Al-Qur’an yang lebih kuat di kalangan masyarakat Sumatera Utara. Dengan dukungan dari pengurus LPTQ dan berbagai program kegiatan yang berkelanjutan, semoga MTQ ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari. Mari bersama-sama kita tingkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan kita.

