Warga Bertanya Identitas Pemasok Sabu dalam Kasus Penangkapan Dugaan Bandar Narkoba di Tadukan Raga

Peristiwa penangkapan seorang pria yang diduga bandar narkoba di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, telah menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat. Bukan hanya tentang identitas pelaku, melainkan juga tentang sumber pasokan sabu yang diedarkan.
Penindakan Narkoba dan Pertanyaan Masyarakat
Di tengah berita yang melaporkan penindakan terhadap para pelaku narkoba, sebagian besar masyarakat justru mempertanyakan mengapa peredaran barang haram ini tetap berlanjut dan tampaknya tidak pernah benar-benar berakhir. “Jika penindakan terus berlangsung, mengapa narkoba masih begitu mudah ditemukan? Siapa sebenarnya yang mensuplai barang ini sehingga bisa beredar sampai ke desa-desa?” ungkap seorang warga yang enggan identitasnya dipublikasikan.
Penangkapan MS alias Ucok Belok
Pada Minggu (15/3/2026), seorang pria dengan inisial MS alias Ucok Belok ditangkap oleh warga. Ucok Belok dikenal sebagai sosok yang selama ini sering disebut-sebut meresahkan masyarakat karena diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba di wilayah Desa Tadukan Raga.
Penangkapan ini dilakukan langsung oleh masyarakat setelah mereka mencurigai aktivitas Ucok Belok yang seringkali terlihat melakukan transaksi narkoba. Kecurigaan ini muncul karena sejumlah warga sering melihat orang-orang yang tidak dikenal datang dan pergi ke lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas Ucok Belok.
Penyerahan Pelaku ke Pihak Berwenang
Menariknya, setelah berhasil menangkap Ucok Belok, masyarakat memilih untuk menyerahkan pelaku kepada pihak Kodim 0204/Deli Serdang, bukan langsung kepada kepolisian. Langkah ini diambil berdasarkan kekhawatiran warga jika mereka harus berhadapan langsung dengan proses hukum tanpa pemahaman yang cukup. Kekhawatiran ini juga dipengaruhi oleh berbagai perbincangan yang berkembang di ruang publik, termasuk media sosial.
Pelaku kemudian diserahkan oleh pihak TNI kepada aparat penegak hukum. Saat ini, Ucok Belok telah diserahkan ke Polresta Deli Serdang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pertanyaan Masyarakat: Siapa Pemasok Sabu?
Bagi warga Desa Tadukan Raga, penangkapan Ucok Belok belum menjawab pertanyaan utama mereka. Mereka berpendapat bahwa peredaran narkoba tidak mungkin terjadi tanpa adanya jaringan yang lebih luas di baliknya. “Yang kami pertanyakan bukan hanya siapa pengedarnya, tetapi siapa pemasoknya. Jika jalur pasokan tidak terungkap, maka pengedar baru bisa saja muncul lagi,” kata warga lainnya.
Pernyataan ini mencerminkan harapan masyarakat agar penanganan kasus narkoba tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi juga dilanjutkan dengan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.
Sejumlah warga menilai bahwa banyak kasus narkoba yang berakhir hanya pada penangkapan pelaku di tingkat bawah, sementara dugaan jaringan pemasok yang lebih besar jarang terungkap ke publik. Akibatnya, meski pelaku telah ditangkap, peredaran narkoba sering kembali muncul dengan pola yang hampir sama.
Harapan Masyarakat: Pemberantasan Narkoba yang Lebih Luas
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menggunakan kasus ini sebagai pintu masuk untuk menyelidiki jalur distribusi narkoba yang lebih luas. Dengan demikian, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga mencapai akar masalahnya.
Bagi warga Desa Tadukan Raga, memerangi narkoba bukan hanya soal menangkap pengedar di satu titik, melainkan memutus rantai pasokan yang selama ini memungkinkan barang haram tersebut terus beredar di masyarakat.


